Sesampainya kami di pinggir jalan, aku dan Ria mulai merasa lapar. Jadinya kita membeli nasi goreng yang gak jauh dari sana. Nasi gorengnya benar-benar enak. Sambil makan nasgor di pinggir jalan, kami berdua cerita-cerita sedikit mengenai perasaan. Yah, evaluasi juga siy, Cuma hanya berdua. Saat kami sedang cerita-cerita di bagian yang ada unsur Privacy, tiba-tiba Jhipau menghampiri kami. Otomatis suasana langsung berubah, ceritanya untuk menutupi unsur privacy kami, aku yakin jhipau sadar akan hal itu, makanya dia gak lama terus pergi lagi. Maaf Jhipau. Bukan gak menerima kehadiranmu ato apa. Cuma karena waktunya kamu datang pas banget kita lagi curhat masalah pribadi. Heheheeee...
Kita bukan penduduk asli bumi. Asal kita adalah Surga. So, jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini dengan berdiam diri tanpa melihat alam semesta.
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Juni 2014
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 8)
15 Juni 2014 - Turun Gunung
Sekitaran pukul 11.00 WIB kami mulai turun. Saat turun ini, lagi-lagi aku berada di belakang. Seperti cerita yang sebelumnya, karena berhubung aku udah capek banget aku cerian bagian-bagian yang penting aja yaaa... lanjutan dari dua part sebelumnya.
Kelinglungan aku itu emang gak bisa di bendung. Terbukti dengan aku melakukan banyak hal berbeda dengan cara yang aku lakukan sebelumnya saat naik. Lagi-lagi aku tertinggal dari kelompok dan membuat jarak antar yang di depan dan di belakang makin jauh. Sebenarnya aku paling benci banget kalo aku ngebuat susah orang lain. Beneran dah. Benci banget kalo berada di kondisi gitu.
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 7)
15 Juni 2014 - Indahnya Kebersamaan
Part ini aku bakal ceritain indah-indahnya aja yaaa. Secara kayaknya ini cerita isinya Cuma unek-unek aku hahhaaaa
Apa ya indahnya? Hahaha banyak siy emang, kayaknya. Hahhaaa
Mungkin bagian 1 itu saat aku masuk angin kali ya. Semuanya, tim kita maupun tim fandi, amat baik dan perhatian. Gak marah juga sama aku. Mereka nyoba ngertiin kondisi aku. Terutama tim ku yang selalu meratiin, selalu ngawasin, menyumbangkan banyak ide supaya aku bisa muntah. Kocak emang kalo dipikir-pikir lagi. Tapi emang beginilah. Rasanya emang nyenengin diperhatiin sama mereka. Dibuatin energen, disuapin makan, ditanyain ini itu, di kasih cokelat, banyak deh pokoknya. Meski ada perasaan gak enakkan, tapi aku merasa seneng.
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 6)
15 Juni 2014 - Menuju Puncak Pertama!
Pukul 02.00 WIB kami dibangunkan oleh alarm alami alias dipanggilin buat bangun dan bersiap-siap untuk mulai mendaki kembali. Kami membutuhkan sekitar 4 jam-an untuk mencapai puncak. Pendakian dimulai dengan 11 orang yang ingin mendaki sampai puncak, sedangkan 2 lagi yaitu Udin dan mas Eko menjaga tenda.
Pada saat mendaki menuju puncak impian di hati, aku dijagain sama Kopral dan Ria. Jadi selama pendakian Aku mengandalkan mereka banget. Saat istirahat, kami beristirahat sebentar sambil menunggu yang lainnya, karena posisi aku lumayan di depan.
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 5)
14 Juni 2014 - Pendakian Dimulai!
Note: Mungkin ini lebih banyak ke pengalaman dan perasaan aku pribadi, jika ingin melihat manajemen pendakiannya bisa dilihat ditulisan sebelumnya.
Sejak awal mau pendakian siy sebenarnya aku udah merasa ada yang salah dengan tubuhku, tapi masa iya gara-gara itu jadi gak semangat ngedakinya? Ya gak lah ya. Tetep musti semangat. Kami mulai mendaki menjelang pukul 11.00 WIB. Untuk mencapai pos pertama, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya kami melewati jalanan aspal dan tanjakan yang tak berujung. Semakin dilihat, semakin ngerasa pupus harapan untuk sampai diatas. Rasanya pengen guling balik aja, mana kaki udah mulai pegel. Tapi kalo segini aja udah kalah, gimana mau sampai puncak?!
![]() |
| Awal keberangkatan kita menuju pos 1 |
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 4)
13 Juni 2014 - Awal Perjalanan-
Perjalanan ini dimulai dari sebuah TRAGEDI. Kenapa? Mari kita coba berpikir bersama. Kita nyampe di Kp. Rambutan itu sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, hingga pukul 23.00 WIB bus yang kita tumpangi masih mangkal adem ayem di pintu keluar terminal. Bete kan?
Tapi, kita tetap masih bersabar sambil menikmati bekal makan malam alias KFC yang tadi dibeli. Ehh, Rini lupa dan malah menghabiskan pepsi tanpa berpikir panjang akan mabuk ato penuh sama gas. Ckckckkk. Aku baru nyadar saat itu kalo aku bisa juga toh bertindak tanpa pikir panjang dulu. (Curhat)
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 3)
13 Juni 2014 - Persiapan Hari-H
Seperti biasa, pagi hari aku kerja. Ngambilin sampel swab tangan tenaga kesehatan ampe siang. Untungnya kerjaanku udah kelar sebelum jumatan dan aku udah diizinin buat pulang cepat. Fuuiihh! Kalo gak, gagal sudah rencana masak hari ini. Hari ini aku akan memasak lauk yang gampang-gampang, sesuai pesanan teman-temanku. Tapi aku belom belanja apa-apa untuk dimasak.
Perjalanan 45 menit menuju stasiun pocin terasa beda. Aku sepertinya sedikit gugup. Sampe-sampe aku lupa namanya “sunblock”, aku malah menyebutnya “itu looh yang untuk tabir surya” (kayak iklan). Sekitar pukul 12.30 WIB aku tiba di Hypermart Detos. Aku berberlanja berbagai macam keperluan yang aku kira dibutuhkan. Pukul 13.30 WIB aku tiba di kosanku dan bersiap untuk memasak.
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 2)
18 Mei 2014-13 Juni 2014 - Perencanaan
Pencarian Tim yang tidak terlalu menjanjikan tapi berakhir baik. Awalnya hanya 3 orang wanita. Aku, Ria, dan Dina. Lalu Udin datang dengan usul dariku dan “undangan” dari Ria (Ceritanya mencari lelaki). Udin memberi “undangan” ke Iqna dan Vero. Tapi yang bisa berangkat hanya Lima orang. Ya, minus Dina karena dia sedang ada agenda yang penting. Begitulah terbentuknya tim kami.
Setelah tim terbentuk, kami berhubungan hanya via group WA yang ku bentuk. Dari semuanya, yang gak aku kenal itu Vero. Ria, udah dari tahun kedua kuliah, di LCC (Leprosy Care Community). Udin, tahun kedua kuliah juga, secara dia juniorku di SOV (School of Volunteers). Iqna juga juniorku di SOV. (Asyik, main senior-junior niy :-D). Vero? Hm, awalnya aku kira Vero itu cowok. Secara Udin ngasih kontak dia namanya “Vero Tebi” (Percaya apa gak, namanya belom aku ganti di contact aku -__-‘). Ternyata dia Cewek, Namanya Veronica dan Tebi itu mungkin Teknik Bioproses. Ya Ampuuun. Maafkan aku Vero.
Penaklukan Puncak Pertama: Gunung Ciremai (Part. 1)
It’s not about me, It’s about Promise!
Setelah sebelumnya sudah dua kali gagal naik gunung, akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Naik Gunung. Awalnya gunung tujuan kami adalah Gunung Cikurai atau Gunung Pangrango via jalur Gunung Putri, tapi setelah berpikir matang-matang akhirnya kami mengubah arah tujuan kami, yaitu Gunung Ciremai (baca : http://kitasukajalan.blogspot.com/2014/05/cikuraipangrango-cancel-ciremai-gantinya.html ).
Aduh, tulisan diatas kok terkesan gak tulisan yang aku banget lah ya. Jiwa akunya gak ada. Aku kira sekarang harus putar arah dan kembali ke gaya tulisanku semula. Yap! Come back to me...
Kamis, 22 Mei 2014
CAVING BUNIAYU SUKABUMI Part. 3 - Finish -
Penulis: Angg
Sebelum pulang kami sholat ashar dan langsung pamitan dengan semua warga yang sangat welcome pada kedatangan kami maklum tamu ke hormatan (kami pengunjung otoriter yang menguasai semua buniayu sesuka hati tanpa di ganggu pengunjung lain). Warga buniayu ramah semua dan mereka sangat kocak alias aku selalu kena deh, pokok mereka gokil intinya… hahah jadi ingat akang noiii dan awan (aku lupa namanya).
Sebelum pulang kami sholat ashar dan langsung pamitan dengan semua warga yang sangat welcome pada kedatangan kami maklum tamu ke hormatan (kami pengunjung otoriter yang menguasai semua buniayu sesuka hati tanpa di ganggu pengunjung lain). Warga buniayu ramah semua dan mereka sangat kocak alias aku selalu kena deh, pokok mereka gokil intinya… hahah jadi ingat akang noiii dan awan (aku lupa namanya).
CAVING BUNIAYU SUKABUMI Part. 2
Penulis: Angg
Sekitar
pukul 3 dini hari kami tiba di terminal sukabumi langsung disambut angkot hijau
power ranger no 8 dengan ongkos 10 ribu/ orang menuju terminal jubleg. Di mobil ini kami bertemu dengan rombongan
yang mau pergi ke pernikahan sauadaranya sehingga perjalanan kami tambah rame
dan banyak kenalan, tapi tetap aja aku lupa nama mereka but aku tetap ingat
wajahnya. Pukul 04.30 wib kami tiba di terminal jubleg disini kami tidak
melihat adanya kehidupan angkot atau bis yang dapat mengantar kami menuju ke
goa siluman sampai akhirnya kami foto-foto dan menemukan 4 cowok penjual buah
yang asiik walaupun logat sunda nya masih terdengar aneh ditelinga empat cewek
Sumatra ini. wkwkkw mereka kami manfaatkan untuk memotret berbagai gaya aneh
kita. Sampai akhirnya kami foto bareng mereka dengan berbagai gaya alay versi
abang buah.. kocak dah pokoknya!
CAVING BUNIAYU SUKABUMI Part. 1
Penulis: Angg
11 May 2014
Perkenalkan
aku Ria Anggraeni dengan nama pena Angg suka alam dan berpetualang. Terkenal
dengan sebutan cewek naturalis dan suka membuat perjalanan dengan tiba tiba.
Yang kali ini aku akan menceritakan pengalaman caving/ goa buniayu atau nama
lainya goa siluman. Seperti biasanya kali ini Angg akan mendokumentasikan
perjalanan mengenal goa buniayu dan orang yang menjadi objek observasi (dapat
dilihat di my phone). Ini pengalaman pertama bagi aku menelusuri goa..
penasaran kan bagaimana aku di goa, yang jelas tetap keren!
Salah fokus
dikit yaJ
Hi my notebook
selamat kali ini kamu menemani aku lagi..
Aku kasih lagu
deh.. (saat bahagia/ ungu)
saat
bahagiaku duduk berdua dengan mu
hanyalah
bersamamu..
mungkin
aku terlanjur, tak sanggup jauh dari dirimu
aku
ingin engkau selalu temani aku..
Petualangan Bawah Tanah (Part. 7 - Finish)
Penulis: Karin
“Goa Buniayu Vertikal, Sukabumi”
4 Mei 2014-Last
Moment-
Pagi-pagi Aku dibangunkan oleh Ria buat shalat Shubuh. Selesai shalat, semua langsung lanjut tidur lagi. Beberapa kali Aku terbangun. Ntah antara sadar ato gak. Waktu Aku terbangun, Aku ngeliat sosok keluar dari rumah. Waktu lain Aku terbangun, Aku ngeliat Susan, adik Ria pamitan pergi. Waktu lainnya Aku terbangun, Aku mendengar Ria mengigau. Udah lah... Aku gak ngerti juga itu beneran kejadian atau hanyalah sebuah mimpi. Hahahaaa
Petualangan Bawah Tanah (Part. 6)
Penulis: Karin
“Goa Buniayu Vertikal, Sukabumi”
3 Mei 2014-Selalu ada Keindahan dan Tawa di Akhir Perjalanan-
Keluar dari Goa, merupakan suatu saat yang indah dan melegakan. Menghempaskan tubuh diatas tanah yang tak berumput, aduh leganya. Kami beristirahat sekitar 10 menit. Saat beristirahat, Pak Eko dengan baik hati memoto Kami lagi. Mukanya lagi susah di kontrol karena kecapean juga, coba aja liat ekspresi Ria deh.. hehehhee
Keluar dari Goa, merupakan suatu saat yang indah dan melegakan. Menghempaskan tubuh diatas tanah yang tak berumput, aduh leganya. Kami beristirahat sekitar 10 menit. Saat beristirahat, Pak Eko dengan baik hati memoto Kami lagi. Mukanya lagi susah di kontrol karena kecapean juga, coba aja liat ekspresi Ria deh.. hehehhee
| Baru keluar dari Goa |
Petualangan Bawah Tanah (Part. 5)
Penulis: Karin
“Goa Buniayu Vertikal, Sukabumi”
3 Mei 2014-It’s Begin!
Our Adventure!-
Kami berjalan dengan urutan Putri, Dina, Rini, dan Ria menuju pintu masuk Goa. Urutan ini juga Kami pakai ketika akan memasuki Goa dan berjalan di dalam Goa. Jujur, Aku sebenarnya rada takut gitu waktu mau masukin Goa. Deg degan banget. Mana lagi ternyata Ak Noi hobby nahan Kita di udara dan sering nurunin secara tiba-tiba. Waduuuhh... Tiba giliranku, Aku meminta Ak Noi untuk tidak melakukan hal yang sama dengan Dina. Karena Aku yang kelihatan agak parno, Ak Noi ngebantuin Aku. Dia mengajari Aku gimana nentuin posisi yang nyaman untuk turun. Pokoknya Aku berterima kasih banget dah sama Ak Noi.
Petualangan Bawah Tanah (Part. 4)
Penulis: Karin
“Goa Buniayu Vertikal, Sukabumi”
3 Mei 2014-Menunggu
dan Menjadi Pribadi Lain-
Tibalah kami di sebuah desa yang gak cukup ramai, mungkin karena ini masih dipinggir desanya. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 05.30 WIB. Diantara kesunyian desa yang belum terlihat aktivitasnya itu, kami menikmati snack yang kami beli sebelumnya.
Kami memutuskan untuk naik ke atas menuju saung dan tempat pendaftarannya. Pertama kali aku menaiki tempat ini dalam keadaan cukup gelap dan tanpa penerangan, agak sedikit gimana gituuu... Ada banyak batu-batu besar. Dikelilingi pohon dan kesenyapan. Tidak ada suara manusia sama sekali saat itu. Bayangkanlaaahhh...
![]() |
| Alam di sekitar penginapan |
Petualangan Bawah Tanah (Part. 3)
Penulis: Karin
“Goa Buniayu Vertikal, Sukabumi”
3 Mei 2014
-Perjalanan menuju Goa Buniayu-
Petualangan Bawah Tanah (Part. 2)
Penulis: Karin
“Goa Buniayu Vertikal, Sukabumi”
2 Mei 2014
Paginya, seperti biasa, Aku ke RSCM dan pulang pukul 14.00 WIB. Sampe di kosan sekitar pukul 15.00 WIB, Aku memutuskan untuk mencuci pakaian dan beres-beres. Mungkin ini adalah sebuah kebiasaan. Aku tidak nyaman meninggalkan kamar yang berantakan kalo pergi jauh dan lama. Selesai semuanya, Aku pun baru bersiap-siap untuk pergi. Mulai dari memutuskan pakaian yang mana untuk dipakai dan pakaian setelah berkotoran ria, pake jilbab langsung ato jilbab segiempat, pake sendal gunung, sepatu gunung atau sepatu kets, snack apa yang harus dibawa sampe memutuskan akan memakai jaket sekarang, ditenteng atau disimpan di dalam tas. Hahahahaaa Maaf ya.. Kebiasaan soalnya...
Petualangan Bawah Tanah (Part. 1)
Penulis: Karin
“Goa Buniayu Vertikal, Sukabumi”
Sebenarnya petualangan ini merupakan ide dadakan. Tahu kan gimana ceritanya Aku 2 kali gagal naik gunung? (bisa baca http://rinibercerita.blogspot.com/2014/04/gagal-naik-hingga-dua-kali.html”). Nah, berawal dari kegagalan itu temen-temen ngibur Aku dengan bilang kalo Kita akan naik gunung bulan Mei sesuai tanggal yang Aku bisa. Begitulah....
Setelah dipikir-pikir, dengan banyak pertimbangan (salah satunya Putri yang mau ke Pare), akhirnya diputuskanlah kami akan ke Goa Buniayu di Sukabumi. Perencanaan traveling ini hanya seminggu sebelum keberangkatan. Dari ngumpulin team, nentuin waktu ampe mesen ini itu ke CP nya.
Begini sedikit Aku ceritakan yaaa....
TO THE TOP!
Penulis: Feri
14 April 2014
Menyenangkan! Seru! Sangat berkesan! Ketagihan! Kata apalagi
yang dapat mengungkapkan perasaanku ini? Bahkan kata “capek” seolah terusir
dari pikiranku meskipun sebenarnya hal itu masih melekat erat di badan.
Penaklukan puncak Gunung Gede akhir pekan kemarin, 12-13 April 2014 merupakan
salah satu hal yang sangat memorable
dalam hidupku. Mungkin ini berlebihan, tapi itulah yang aku rasakan sekarang.
Jauh sebelum pendakian, tak pernah terbersit sekalipun untuk
naik gunung, membawa beban berat, dan berkemah di sana. Selain aku tidak
mempunyai teman-teman yang mempunyai hobi mendaki gunung, aku pikir aku terlalu
lemah untuk melakukan hal itu. Namun, dua hari kemarin, semua hal berubah. Aku
bahkan tak percaya aku berhasil mendaki Gunung Gede, membawa carrier dengan beban yang cukup berat,
berkemah, dan berhasil mencapai puncaknya. Aku luar biasa bersyukur atas hal
itu, tak menyangka hal ini akan terjadi. Bagaimana kisahnya?
Langganan:
Postingan (Atom)

